Minggu, 06 November 2016

Daun Gugur

Daun yang gugur dekat pintu masuk fakultas kita terasa begitu indah. Sangat indah.

Aku dan ketiga temanku baru saja melewati jalan utama kampus kita dan akan menuju gedung fakultas. Saat itu sangat terik. Bahkan kami harus menyipitkan mata ketika lewat sana.

Ku tengok kanan kiri untuk menyebrang dijalan itu, khawatir ada kendaraan yg melintas. Mataku berusaha berpatroli kesana kemari dan hey lihat, ada kau disana.

Motor matic hitam dengan pengendara yang memakai helm coklat dan tas abu abu. Ah itu pasti kau. Aku sangat yakin. Kau baru saja memasuki parkiran. Sepertinya ini hari keberuntunganku.

Kedua temanku ku suruh masuk gedung terlebih dahulu dan aku... sudah pasti menunggumu. Menunggu di depan gedung fakultas kita yang kebetulan bersebelahan dengan parkiran.

Sembari menunggu kau lewat, kurapihkan pakaian dan kerurungku. Mataku memandang sekitar area depan gedung fakultas kita dan selang beberapa menit kau datang.

Kau memakai kaus hitam bergambar kartun yang nama depan nya sama denganmu dan nama lengkapnya sama dengan artis favoritku. Ah kaus ini paling ku suka.

Kau tersenyum lebar saat melihatku dan kedua matamu yang indah itu seperti menyapaku. Kau bertanya mengapa aku ada disini dan akupun menjawab dengan sedikit panik.

"Ah, aku menunggu seseorang". Begitulah kira2 yang keluar dari mulut jailku. Oh ya, aku lupa mulutmu lebih jail dariku. "Ciee, yang seneng nunggu. Nunggu melulu". Aku tersenyum.

Ucapanmu lelucon paling lucu didunia. Aku berusaha bohong dan mengatakan bahwa aku menunggu teman perempuanku. Kau juga mengejek kaus ku yang berwarna merah kesukaanmu dengan tulisan "Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan".

Ah senangnya bisa sedekat ini, walaupun kau mengejekku seperti ini aku sama sekali tidak marah. Rasanya lidah ini ingin membalas dengan lelucon yang sangat lucu. Tapi apalah daya, lidahku kaku dan aku hanya tertawa.

Asal kau tau ya... Aku selalu menunggumu. Aku menunggumu bukan lagi untuk ada disampingku, tetapi untuk memastikan kau baik baik saja dan selalu bahagia dengan siapapun itu.

Dan rasanya saat itu melihatmu tersenyum dan baik baik saja seperti melihat daun yang gugur dekat pintu masuk gedung fakultas kita. Begitu indah. Sangat indah.

(Juni, 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar