Daun yang gugur dekat pintu masuk fakultas kita terasa begitu indah. Sangat indah.
Aku
dan ketiga temanku baru saja melewati jalan utama kampus kita dan akan
menuju gedung fakultas. Saat itu sangat terik. Bahkan kami harus
menyipitkan mata ketika lewat sana.
Ku tengok kanan kiri untuk
menyebrang dijalan itu, khawatir ada kendaraan yg melintas. Mataku
berusaha berpatroli kesana kemari dan hey lihat, ada kau disana.
Motor
matic hitam dengan pengendara yang memakai helm coklat dan tas abu abu.
Ah itu pasti kau. Aku sangat yakin. Kau baru saja memasuki parkiran.
Sepertinya ini hari keberuntunganku.
Kedua temanku ku suruh masuk
gedung terlebih dahulu dan aku... sudah pasti menunggumu. Menunggu di
depan gedung fakultas kita yang kebetulan bersebelahan dengan parkiran.
Sembari
menunggu kau lewat, kurapihkan pakaian dan kerurungku. Mataku memandang
sekitar area depan gedung fakultas kita dan selang beberapa menit kau
datang.
Kau memakai kaus hitam bergambar kartun yang nama depan
nya sama denganmu dan nama lengkapnya sama dengan artis favoritku. Ah
kaus ini paling ku suka.
Kau tersenyum lebar saat melihatku dan
kedua matamu yang indah itu seperti menyapaku. Kau bertanya mengapa aku
ada disini dan akupun menjawab dengan sedikit panik.
"Ah, aku
menunggu seseorang". Begitulah kira2 yang keluar dari mulut jailku. Oh
ya, aku lupa mulutmu lebih jail dariku. "Ciee, yang seneng nunggu.
Nunggu melulu". Aku tersenyum.
Ucapanmu lelucon paling lucu
didunia. Aku berusaha bohong dan mengatakan bahwa aku menunggu teman
perempuanku. Kau juga mengejek kaus ku yang berwarna merah kesukaanmu
dengan tulisan "Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan".
Ah senangnya
bisa sedekat ini, walaupun kau mengejekku seperti ini aku sama sekali
tidak marah. Rasanya lidah ini ingin membalas dengan lelucon yang sangat
lucu. Tapi apalah daya, lidahku kaku dan aku hanya tertawa.
Asal
kau tau ya... Aku selalu menunggumu. Aku menunggumu bukan lagi untuk
ada disampingku, tetapi untuk memastikan kau baik baik saja dan selalu
bahagia dengan siapapun itu.
Dan rasanya saat itu melihatmu
tersenyum dan baik baik saja seperti melihat daun yang gugur dekat pintu
masuk gedung fakultas kita. Begitu indah. Sangat indah.
(Juni, 2016)